,

Potensi teknologi dalam mendongkrak partisipasi Perempuan dalam sektor kelautan dan perikanan di Indonesia

Hamzah Ritchi Avatar

·

,

·

Sektor Perikanan dan Partisipasi Perempuan

Sektor perikanan dan kelautan adalah sektor yang menjanjikan pada peta industri penyedia makanan, minuman, dan pemenuhan gizi di dunia. Lembaga Food and Agricultural Organization  (FAO) di Tahun 2022 mencatat bahwa Tingkat pertumbuhan konsumsi produk perikanan adalah sebesar 3 persen pertahun. Produk perikanan juga merupakan alternatif protein yang lebih terjangkau dibandingkan produk peternakan lain seperti daging sapi, sehingga peningkatan produksi produk perikanan dapat meningkatkan alternatif protein yang tersedia untuk Masyarakat. Produk perikanan juga memiliki variasi yang beragam, dimulai dari produk perikanan tangkap seperti ikan tuna dan salmon, hingga produk perikanan budidaya seperti udang dan ikan nila. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan oleh produk perikanan untuk Masyarakat, maka Masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan membeli dan mengkonsumsi produk perikanan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Namun sayangnya, sektor ini kerap dikategorikan sebagai sektor yang maskulin, yaitu sektor yang rantai produksi dan rantai pasoknya diisi secara dominan oleh pekerja laki-laki. Hal ini diperkuat riset yang dilakukan oleh Sari et al. (2017) yang menyatakan bahwa sektor perikanan sangat didominasi oleh pekerja laki-laki, dimana partisipasi Wanita dalam rantai produksi dan pasokan perikanan sering tidak diakui dan dicatat. Peran Perempuan dianggap sebagai pendukung, seperti sebagai penjual dan marketing produk perikanan, membuat kail dan jala ikan, serta membantu penyimpanan ikan. Para peneliti menyimpulkan bahwa industri perikanan sangat rentan terhadap ketidak-adilan gender (Golo & Erinosho, 2023).

Potensi Teknologi pada Sektor Perikanan

Di sisi lain, para peneliti menyebutkan bahwa teknologi digital dapat membantu mengurangi permasalahan ini (Di Vaio et al., 2023). Teknologi digital, dengan segala kemudahan dan keunggulan yang ditawarkan, dapat membantu tenaga kerja Wanita dapat berperan lebih aktif dan memiliki keunggulan pengambilan keputusan yang lebih baik. Berikut adalah beberapa teknologi digital yang dapat meningkatkan partisipasi tenaga Wanita pada sektor perikanan:

  1. Program pelatihan pencarian informasi online

Internet adalah salah satu sumber informasi yang sangat luas dan gratis. Jika para tenaga kerja Wanita dibekali dengan pelatihan pencarian informasi yang efisien dan akurat, mereka dapat meningkatkan literasi digitalnya. Meningkatnya tingkat literasi digital dapat membantu tenaga kerja Wanita untuk mencari informasi dengan lebih baik, dan membantu rantai produksi dan rantai pasok untuk lebih efisien.

  • Teknologi IoT untuk pemantauan kualitas air

Contoh dari aktifitas yang jarang dilakukan oleh tenaga kerja Wanita adalah pemantauan kualitas air pada budidaya perikanan air tawar. Dengan memanfaatkan teknologi IoT (Internet of Things), tenaga kerja Wanita pun dapat berpartisipasi dalam proses ini. Tenaga kerja Wanita dapat menjadi tenaga operasional digital yang memantau kualitas air menggunakan aplikasi. Output dari teknologi ini dapat diinformasikan kepada tenaga kerja laki-laki, untuk mereka mengambil tindakan jika terdapat penurunan kualitas air yang signifikan pada tambak.

  • Teknologi rekomendasi tangkap berbasiskan GIS

Para nelayan tradisional biasanya mengandalkan intuisi untuk mencari Lokasi terbaik untuk melaut dan mencari ikan. Dengan penggunaan sistem rekomendasi wilayah tangkap ikan berbasis GIS (Geographic Information Systems), tenaga kerja Wanita dapat melaut dan pergi ke lokasi penangkapan ikan yang paling dekat dengan daratan namun efisien, sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melaut.

Beberapa teknologi diatas dapat dijadikan gerakan awal untuk meningkatkan partisipasi Perempuan dalam sektor perikanan. Dengan penerapan teknologi digital, Perempuan dapat terlibat langsung dalam aktivitas-aktivitas pokok pada sektor perikanan, seperti menangkap ikan, dan menambak udang.

Penulis: Rora Puspita Sari, S.E., M.Sc., Ph.D

Daftar sumber:

Di Vaio, A., Hassan, R., & Palladino, R. (2023). Blockchain technology and gender equality: A systematic literature review. International Journal of Information Management, 68, 102517.

FAO. (2022). Consumption of aquatic foods. https://doi.org/10.4060/cc0461en

Golo, H. K., & Erinosho, B. (2023). Tackling the challenges confronting women in the Elmina fishing community of Ghana: A human rights framework. Marine Policy, 147, 105349.

Sari, I., McDougall, C., Rajaratnam, S., & Park, C. M. Y. (2017). Women’s empowerment in aquaculture: Two case studies from Indonesia. FAO.